Video Terbaru
Total: 3 Video
MODERASI BERAGAMA
Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang selalu mengambil posisi di tengah-tengah (moderat), bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama. Fokus utamanya bukan mengubah ajaran agama, melainkan mengubah cara penganutnya dalam memahami dan menjalankan ajaran tersebut agar tetap selaras dengan nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
SEMUA BISA BERMIMPI
Nema, remaja 15 tahun yang ingin bersekolah di SMK Teknik Muhammadiyah Plus Cianjur, bercita-cita ingin masuk ke sekolah favoritnya. Namun, kehidupannya penuh dengan tantangan. Ia harus berjualan demi membayar biaya sekolah dan kebutuhan sehari harinya. Setiap hari, Nema selalu berjualan di lingkungan sekolah favoritnya. Di tengah lelahnya tubuh dan pikiran, semangatnya untuk meraih mimpi tidak pernah padam. Dia selalu berusaha dan mencapai cita citanya tersebut. Nema bermimpi bisa sekolah di sekolah yang ia impikan. Ia berandai – andai bisa masuk ke sekolah impiannya. Karena dengan kegigihannya ia bisa masuk ke sekolah impiannya.
BAGAIMANA DUNIA TANPA GURU
Nema dan Andre adalah dua murid SMK yang belajar di kelas berbeda. Mereka sering merasa kesal dengan peraturan sekolah yang ketat dan para guru yang dianggap terlalu keras. Suatu hari, mereka berdua melakukan kesalahan di kelas masing-masing dan dihukum oleh guru mereka. Andre dihukum karena tidur di kelas, sementara Nema dihukum karena kedapatan asim berbicara dengan teman sekelas. Mereka sama-sama merasa frustrasi dengan hukuman yang diberikan. Setelah kejadian tersebut, mereka berpapasan di lorong sekolah dan curhat tentang betapa menyebalkannya para guru. Dalam kekesalan, mereka bercanda dan berdoa agar dunia tidak memiliki guru. Keinginan mereka tiba-tiba dikabulkan guru-guru di sekolah mendadak hilang. Ketikan tidak ada guru semuanya berubah kacau balau, tanpa adanya figur yang memberikan arahan dan disiplin. Siswa mulai berperilaku semaunya, melakukan tindakan vandal, dan sekolah berubah menjadi arena kekacauan. Kedua murid ini akhirnya menyadari betapa pentingnya peran guru dalam menjaga ketertiban dan moralitas. Dengan penuh penyesalan, mereka berdoa bersama agar para guru kembali. Setelah mendapatkan pelajaran berharga, Andre dan Nema pun belajar untuk lebih menghargai peran guru dalam kehidupan mereka.